Nyanyi dulu yuk!

Tak sengaja lewat NFBS Bogor.

Kumelihat ada tenda biru.

Dihiasi indahnya janur kuning.

Hati bertanya pernikahan siapa?

Miss Isti!

 

Eh, eh, bukan. Maaf Miss, sengaja ditik.

Memang, sejak Kamis, 25 Oktober 2018, Miss Istianah, guru English Speaking  SMP IT NFBS Bogor, sibuk mengkoordinasikan penyusunan tata panggung, termasuk urusan pertendaan. Kesibukan itu terjadi karena Miss Istianah adalah ketua pelaksana Student Celebration (disingkat SC).

Di SMP IT NFBS Bogor, penerimaan rapor tengah semester tidak sekedar: orang tua datang, ambil rapor, lalu pulang. Penerimaan rapor dirayakan dengan kreativitas di bidang seni, sains, dan bahasa. Oleh karena itu acara Student Celebration menjadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu santri setelah pelaksanaan penilaian tengah semester selesai. Student Celebration yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Oktober 2018 itu terdiri dari Market Day, Science Show, dan Neutron. Ketiga kegiatan ini diangkat dengan tujuan untuk menunjukkan keterampilan santri dalam berwirausaha, berkomunikasi, dan berkesenian.

Market Day

Kegiatan Market Day dikhususkan untuk santri kelas 7. Santri, baik tholib maupun tholibah dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 5—6 orang. Setelah menjadi sebuah tim, mereka dibimbing oleh Ustazah Nova Setyarina dan Ustad Sigit Puji Wicaksono untuk mengembangkan ide dalam berwirausaha. Melalui tim inilah kemampuan bekerja sama mereka dibentuk. Dalam tim mereka belajar menuangkan gagasan, mempresentasikan gagasan, menerima kritikan, serta perbedaan. Selain itu, santri juga belajar mewujudkan gagasan-gagasan tersebut. Sehingga stan-stan dapat berjejer rapi lengkap dengan dekorasi yang menarik.

Setelah Ustad Lukman, Kepala Sekolah, membuka secara resmi kegiatan Market Day, pengunjung langsung bergegas ke stan-stan yang telah dijaga santri. Santri pun bersemangat menawarkan dagangan mereka. Ada yang berjualan spageti, sosis, nasi goreng, pisang coklat, roti lapis, marshmallow, keripik, es buah, thai tea, es krim, nata de coco, dan lemon sekuas.

Namun, ada yang spesial di Market Day. Uang yang dapat digunakan untuk bertransaksi adalah uang khusus: Dolar NF. Sebelum berkeliling stan, pengunjung—yang terdiri dari orang tua dan keluarga santri, serta guru-guru dan karyawan NFBS Bogor, harus menukarkan Rupiah mereka dengan Dolar NF di stan khusus penukaran uang. Setelah itu, barulah mereka dapat berbelanja.

Santri-santri begitu antusias menjajakan dan menawarkan dagangannya. Ada yang menyebarkan selebaran, mendatangi langsung calon pembeli, serta bersorak-sorak agar pembeli mengunjungi stan mereka.

Zidane Aiman Ghifari, santri kelas 7A, mengungkapkan bahwa keripik pangsit dan es buah yang dijual oleh kelompoknya terjual habis. Kelompoknya memperoleh keuntungan sekitar Rp220.000. Zidane mengaku senang dengan kegiatan Market Day ini. “Kegiatan ini seru sekali. Bisa bertemu orang tua. Bisa berinteraksi dengan orang tua ketika berjualan. Bisa belajar mengelola bisnis sendiri. Melatih kedisiplinan dan kepercayaan diri,” jelasnya.

Begitu pula dengan Nabila, santri kelas 7D yang tergabung dalam kelompok Gardenia Corner. Nabila menuturkan, walaupun persiapan Market Day ini melelahkan, bahkan sampai begadang, ia berharap kegiatan ini tetap diadakan tiap tahun. Ibu Nenden Maulida berpandangan bahwa kegiatan ini dapat memupuk jiwa kewirausahaan santri. Bertemali dengan Ibu Nendan, salah seorang wali murid, Ibu Daisy, berpendapat bahwa Market Day sangat bermanfaat bagi santri serta orang tua. Karena ketika keluarga santri yang datang mengambil rapor ingin makan camilan atau membeli minuman, semuanya telah tersedia. Selain itu pada kegiatan ini juga terbuka kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris yang telah dipelajari. (Rahmi Septiari)    

Leave a Reply