Guru Inspiratif NFBS Bogor Raih Lulusan Terbaik Magister FMIPA Universitas Negeri Jakarta

Jakarta, Humas UNJ – Berdiri di depan kelas untuk menuntun masa depan anak bangsa, lalu kembali duduk di bangku kampus untuk menuntun masa depan diri sendiri, itulah ritme kehidupan yang dipilih oleh Ani. Menjalani dua peran besar sekaligus sebagai seorang guru islamic boarding school di Bogor dan mahasiswa magister (S-2) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) bukanlah jalan yang mudah untuk dilalui. Di tengah tumpukan perangkat ajar, kewajiban mendidik murid, hingga tugas-tugas kuliah yang menyita waktu istirahat, banyak yang mungkin akan memilih untuk menyerah pada keadaan. Namun, Ani memilih untuk melampaui batas dirinya sendiri. Perjuangannya kini bermuara indah di atas panggung kehormatan pada Wisuda UNJ Tahun Akademik 2026/2026 Sesi III pada 15 April 2026 di GOR UNJ sebagai Wisudawati Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3.94.

Di balik senyum bahagianya saat mengenakan toga berwarna merah hijau biru kuning khas UNJ, tersimpan rutinitas perjalanan panjang yang menguras tenaga. Sepanjang menempuh pendidikan S-2 yang diselesaikannya hanya dalam waktu tiga semester, Ani juga memikul tanggung jawab di sebuah Islamic Boarding School di kawasan Bogor, Jawa Barat. Setiap kali ada jadwal kuliah, ia harus menempuh perjalanan membelah kemacetan selama kurang lebih tiga jam hanya untuk sampai ke kampus UNJ di Rawamangun.

“Tantangan terbesar saya sejatinya adalah manajemen waktu. Saya harus bisa membagi konsentrasi dan tenaga antara kuliah, mengerjakan tugas, mengajar di kelas, dan menyelesaikan administrasi sekolah,” ungkap Ani dengan tenang.

Untuk bertahan di ritme yang begitu padat, Ani bertumpu pada kedisiplinan esktrem. Ia menyusun weekly planner dengan sangat ketat agar batas antara bekerja dan kuliah tidak saling bertabrakan, sembari tetap menyempatkan diri untuk memiliki waktu istirahat yang cukup.

Lalu, dari mana kekuatan luar biasa itu berasal? Mata Ani menyiratkan haru yang mendalam saat pertanyaan ini diajukan. Baginya, rasa lelah di jalan dan kurang tidur bukanlah apa-apa dibandingkan dengan harapan mulia kedua orang tuanya.

“Motivasi utama saya adalah kedua orang tua. Mereka memiliki cita-cita yang tulus, ingin melihat saya berhasil meraih prestasi akademik tertinggi agar kelak ilmu saya bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat,” tuturnya.

Doa dari orang tua, ditambah dengan dorongan tanpa henti dari para dosen di UNJ serta pembimbing tesis, menjadi pelita yang menjaga semangat Ani agar tak pernah padam, bahkan saat ia merasa jatuh atau kehilangan motivasi.

Ketika kelelahan melanda, Ani memiliki satu kebiasaan sederhana, ia akan berdiam diri sejenak, mengingat kembali niat awalnya menempuh pendidikan, meyakinkan diri bahwa jalan terjal ini pasti akan sampai pada tujuan, lalu bangkit dan melanjutkan langkahnya kembali.

Sebagai seorang pendidik, keputusannya mendalami Magister Pendidikan Biologi bukanlah tanpa alasan filosofis. Bagi Ani, ilmu tentang kehidupan bukan hanya untuk dihafal dan dipahami di atas kertas, tetapi untuk dibagikan.

“Biologi mengajarkan kita cara melihat dunia dengan lebih kritis dan menghargai setiap makhluk hidup. Saya ingin menjadi pendidik yang bukan sekadar mentransfer materi, tetapi mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian murid terhadap lingkungannya,” tegas Ani.

Pemikiran visioner ini ia wujudkan melalui tesisnya yang berjudul “Pengaruh Pembelajaran Bauran Model Enriched Virtual dan Kemandirian Belajar terhadap Literasi Biologi dan Penguasaan Konsep Murid”. Melalui penelitian ini, Ani berharap dunia pendidikan masa kini dapat memaksimalkan teknologi secara optimal dengan tolak ukur kemandirian belajar siswa.

Luar biasanya, prestasi Ani tidak hanya berhenti di atas kertas tesis. Di tengah kesibukannya bolak-balik Bogor-Jakarta, ia masih sempat mengharumkan nama bangsa dan almamater dengan terjun langsung melakukan pengabdian masyarakat di Thailand dalam program mata kuliah Mobilitas Internasional bersama dosen dan rekan-rekan prodinya. Tidak hanya itu, ia juga sukses menyabet penghargaan 4th Runner Up pada ajang Conference on Social Science, Technology & Language yang diselenggarakan oleh UNJ.

Ketika namanya diinfokan sebagai Wisudawan Terbaik oleh tim Humas UNJ, Ani mengaku terkejut sekaligus bersyukur. Sepanjang tiga semester, ambisinya bukanlah mengejar gelar juara, melainkan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk diterapkan di tempatnya mengajar.

“Saya tidak menyangka, karena selama studi saya hanya berusaha melakukan yang terbaik dan mendengarkan materi dari dosen. Bagi saya, proses bertumbuh jauh lebih penting, kemudian prestasi adalah bonus dari hasil kerja keras dan kedisiplinan” ujarnya merendah.

Ke depannya, Ani bertekad untuk kembali ke tempat aslinya di ruang kelas sambil terus mengembangkan diri dibidang lain. Ia akan kembali mengabdi sebagai seorang guru islamic boarding school, membawa bekal ilmu dari UNJ untuk terus mencetak generasi bangsa yang unggul.

Kepada rekan-rekan mahasiswa FMIPA UNJ yang masih berjuang, Ani menitipkan pesan yang sangat kuat. “Menjadi mahasiswa bukan sekadar menyelesaikan tugas dan ujian, tetapi membentuk diri menjadi pribadi yang berdaya saing. Berprestasi bukan berarti harus selalu menjadi yang nomor satu, melainkan berani mencoba, disiplin, konsisten, dan tidak mudah menyerah. Jangan pernah takut keluar dari zona nyaman, karena di sanalah proses pertumbuhan yang sesungguhnya terjadi!”

Siap Menjadi Bagian dari Keluarga Besar NFBS Bogor?

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah dibuka. Mari wujudkan generasi pemimpin yang SMART bersama kami.