Putri Syifa Aulia, Pontinak, 21/ Januari/ 2005, Jawa Barat V. SMAIT Nurul Fikri Boarding School Bogor. ptrsyifaa21@gmail.com

MENYIKAPI PEMBERITAAN DI MASA PANDEMI

LATAR BELAKANG

Di era pandemi ini kita kerap membaca pemberitaan terutama dalam bidang kesehatan. Sebagai pembaca kita harus teliti. Menyaring setiap informasi. Allah sudah perintahkan dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 46 yang artinya “jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian”. Ayat tersebut dapat dimaknai, jika kita mendapatkan informasi, kita cermati dan cari kebenarannya, sebelum disebarluaskan. Dengan demikian, akan berdampak positif bagi masyarakat. Seperti, menghindari fitnah, pertentangan, mencemarkan nama baik, dan sebagainya.

Tetapi, beberapa fakta yang terjadi justru sebaliknya. Pemberitaan saat ini cukup memprihatinkan. Sebagian berita bersifat hoax atau palsu. Baik sebagian maupun seluruhnya. Budaya literasi yang kurang, dipercaya menjadi penyebab masyarakat mudah terpapar dengan berita semacam itu. Sebagian masyarakat juga kurang bijak dalam menyampaikan berita kepada orang lain. Mereka membagikan informasi, tanpa dicari tahu dulu isi dan sumbernya. Sangat disayangkan tentunya, karena dapat meningkatkan penyebaran hoax di masyarakat.

PERMASALAHAN

Situasi saat ini, memang mengharuskan kita untuk  lebih banyak berdiam diri di rumah. Namun bukan berarti kita tidak boleh mengetahui informasi apapun. Justru,  membuat kita mencari tahu bagaimana keadaan yang sedang terjadi. Ada dua permasalahan pokok yang akan dibahas pada tulisan ini yaitu:

  1. Bagaimana peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sesuai fungsinya berkaitan dengan pemberitaan media di masa pandemi?
  2. Bagaiman peran remaja dalam menyikapi berbagai pemberitaan di masa pandemi?

 PEMBAHASAN/ANALISIS

Kita bisa mendapatkan banyak informasi. Dengan berdiskusi bersama kerabat, atau langsung melalui media massa baik cetak maupun online. Sering kita dapati berita duka, sedih dan mengharukan.  Namun, tak lupa dengan kisah yang menginspirasi, dan membangkitkan semangat dalam masa pandemi ini.  Di masa pandemi ini, tentu banyak berita mengenai kesehatan yang harus lebih mendapatkan perhatian. Namun berita-berita yang kita baca belum tentu benar. Sebagian ada  yang menambahkan pendapat mereka masing-masing. Akibatnya, muncul kontroversi dan berpotensi menyebabkan perpecahan.

Kabar baiknya, pemerintah kita mempunyai mekanisme pemberitaan resmi.  Salah  satunya melalui keterangan langsung maupun laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Tentunya,  berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi antara pemerintah dan masyarakat yang dapat kita percaya. Dengan kita mempercayakan kepada kominfo, maka diharapkan masyarakat terhindar dari berita-berita yang penuh kontroversial, dan menyesatkan. Pemberitaan juga menjadi lebih aman dan nyaman karena sudah terverifikasi kebenarannya. Jika demikian, kita bisa membagikan berita tersebut dengan tidak mengkhawatirkan berita-berita hoax.

Peran Pemerintah dan DPR

Saat penyebaran virus Covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada 2020, pemerintah langsung melakukan upaya dan mengambil kebijakan. Tindakan pertama yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo adalah memerintahkan kedutaan Indonesia yang berada di China untuk memperhatikan para WNI yang sedang melakukan isolasi di Wuhan. Tindakan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo merupakan keputusan terbaik dalam langkah pertama menangani pandemi Covid-19.

Tentunya upaya pemerintah tidak hanya sampai di situ. Banyak sekali peran lainnya. Salah satu peran pemerintah yang sangat dibutuhkan di masa pandemi ini adalah menghadirkan informasi yang terpercaya. Media massa juga menjadi objek utama pemerintah dalam menjalankan peran ini. Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Prof. Dr. Widodo Muktiyo pernah menjelaskan salah satu upayanya dalam menyebarkan berita mengenai pandemi ini di sebuah pertemuan online. Beliau mengupayakan para pegawai dapat mengunggah konten positif di akun sosial mereka. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan dapat mengurangi konten negatif ataupun hoax yang beredar di masyarakat.

Selain itu, DPR juga berperan aktif di setiap fungsinya yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Dalam fungsi legislasi DPR mempunyai peran dalam membuat peraturan mengenai penyiaran atau pemberitaan yang terdapat pada UU No. 32 tahun 2002 tentang penyiaran dan UU No 40 tahun 1999 tentang pers. Termasuk pentingnya merevisi UU penyiaran. Sebab, UU penyiaran ini sudah berusia 19 tahun. Dinilai sangat tertinggal dengan kemajuan teknologi seperti saat ini. Direncanakan untuk merevisi UU menjadi versi terbaru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sendiri menegaskan, siap melakukan pengawasan terhadap media baru yang memberitakan mengenai masa pandemi ini. Standar itu tentunya, sangat berguna untuk menjadi panduan dalam memberitakan sebuah permasalahan khususnya masalah pandemi ini.

Fungsi anggaran dan fungsi pengawasan juga berperan penting dalam hal ini. Kedua fungsi ini saling berkaitan. DPR dalam bidang anggaran mempunyai peran dalam menangani masalah berita hoax dengan cara membuat rancangan anggaran untuk penyiaran di Indonesia agar bisa  semakin membaik. Serta fungsi pengawasan DPR yang berperan mengawasi pemanfaatan anggaran yang dikeluarkan untuk pemberitaan di Indonesia agar semakin baik lagi.

Selain itu, seluruh Penjabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) badan publik melaksanakan pelayanan informasi yang memprioritaskan penyampaian informasi secara berkala dan berbasis dalam jaringan (daring). Khususnya, yang berkaitan dengan layanan publik dan rencana kebijakan dan anggaran selama masa darurat kesehatan akibat Covid-19.  Jika ada suatu hal yang membuat pelayanan informasi tidak dapat dilakukan melalui daring maka badan publik wajib menerapkan protokol kesehatan yang sesuai standar pemerintah.

Peran Remaja

Ada beberapa solusi alternatif agar remaja terhindar dari pemberitaan media yang menyimpang antara lain, pertama berhati-hati dengan judul provokatif. Sebagai remaja kita harus cermat dalam membaca berita. Tidak sekedar membaca judulnya. Baca pula isi beritanya. Kita juga bisa mencari tahu sumber referensi lain untuk berita yang sama sebagai perbandingan. Jadi,  kita bisa menyimpulkan informasi dari referensi yang berbeda.

Kedua, periksa fakta. Setelah kita membaca sebuah informasi secara keseluruhan kita sebagai pembaca remaja harus aktif dalam memeriksa fakta yang terjadi sebenarnya. Apakah yang diberitakan benar-benar terjadi sesuai dengan faktanya atau tidak.

Ketiga, membuat diskusi anti-hoax untuk para remaja. Anggotanya bisa para remaja dari Indonesia. Grup ini berfungsi untuk memastikan berita sesuai fakta atau tidak sebelum dibagikan ke masyarakat lainnya. Dari diskusi ini kita bisa mendapatkan klarifikasi dari segala sumber yang didapatkan remaja.

Keempat, membuat podcast remaja. Podcast bisa menjadi media alternatif menyampaikan informasi. Podcast bisa menjadi salah satu wadah bagi para remaja dalam mengemukakan pendapatnya dalam pemberitaan mengenai pandemi maupun pemberitaan lainnya. Harapannya, remaja lebih jeli dalam menyikapi pemberitaan, dan mengurangi tingkat penyebaran berita hoax.

KESIMPULAN/SARAN

Di masa pandemi ini kita harus sama-sama berusaha untuk mengurangi penyebaran berita hoax. DPR menjalankan perannya dalam mengkomunikasikan kepentingan antara rakyat dan pemerintah. Dan, kita sebagai remaja berperan membantu pemerintah dalam mengurangi penyebaran hoax yang ada di masyarakat.  Regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah bersama dengan DPR, sebaiknya kita jalankan sesuai peran masing-masing. Bagi remaja, penting untuk cermat dan bijak dalam memilih dan memilah informasi.

REFERENSI / DAFTAR PUSTAKA

  1. https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/upaya-dan-kebijakan-pemerintah-indonesia-menangani-pandemi-covid-19
  2. https://uns.ac.id/id/uns-update/peran-pemerintah-dan-media-dalam-menghadirkan-informasi-saat-pandemi.html
  3. https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media
  4. https://nasional.tempo.co/read/1352200/komisioner-kpi-dorong-revisi-uu-penyiaran-simak-alasannya

SMAIT NFBS Bogor
Humas NFBS Bogor