fbpx
Uncategorized

New Normal Life

Apa sih New Normal life itu?
Siapa yang akan menjalaninya
Kapan mulai dijalankan?
Dimana aja akan diberlakukan?
Kenapa diberlakukan?
Bagiamana melakukannya?
Pandemi virus corona atau covid19 merubah tatanan hidup dunia. Virus corona ini sungguh luar biasa, karakteristiknya mudah menyebar melalui droplet dan memiliki daya tahan tanpa inang yang relatif lebih panjang disbanding dengan virus sejenis sebelumnya H1N1, H5N1 atau H7N9. Sehingga salah satu upaya paling efektif memutus rantai virus ini adalah meminimalkan interaksi fisik, menjauhi keramaian atau di rumah aja.
Semua orang dipaksa untuk tinggal di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dan sekolah dari rumah, bahkan ibadah pun di rumah saja. Lebih dari itu, belanja kebutuhan apa pun dari rumah. Perubahan kebiasaan dari menuju ke lokasi tertentu untuk bekerja, belajar, belanja dan beribadah menjadi dilakukan dari rumah berdampak luas pada berbagai sektor. Segala aktifitas yang sifatnya online marak dilakukan dan menjadi kebutuhan pokok. Sedangkan sebaliknya, dunia usaha offline menjadi sepi hingga mati. Bidang pariwisata, trasnportasi, penjualan retail, bimbingan belajar dan pelayanan tatap muka pendidikan.

Akibatnya, keseimbangan ekonomi terganggu. Negara-negara dengan kekuatan ekonomi yang baik tentu bisa bertahan lama menerapkan kebijakan di rumah aja. Namun, bagi negara yang kekuatan ekonominya masih lemah, kebijakan di rumah aja dalam jangka panjang bisa mematikan banyak sektor ekonomi. Sehingga pemerintah akan berpikir untuk melonggarkan kebijakan tinggal di rumah perlahan-lahan. Mobilitas warga akan dikembalikan ke keadaan normal secara bertahap. Dengan tetap waspada terhadap ancaman virus covid19 yang masih berkembang dan memakan korban jiwa.

Seperti apakah dan bagaimana implementasi New Normal Life tersebut? Menurut ketua pakar gugus tugas percepatan penanganan covid19, Wiku Adisasmita, adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktifitas normal dengan menerapkan protol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan covid19. Menguatkan pernyataan Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang mengungkapkan sejumlah prasyarat yang harus diperhatikan pemerintahan negara sebelum melonggarkan pembatasan karena pandemic covid19. Menitkberatkan pada mendidik, melibatkan, dan memberdayakan masyarakat untuk hidup di era new normal life.

Sebagai bagian dari masyarakat yang akan menjalani new normal life ini, bekal pengetahuan dan iman sangat penting dimiliki. Upaya yang dilakukan jangan sampai malah berbalik merugikan atau termakan hoax, meningkatkan hubungan vertikal dengan Allah swt., menghindari stress serta selalu berpikir positif.
Gak mudah tentunya, namun lambat laun akan biasa dan membudaya. Tentunya disiplin adalah kunci keberhasilannya. Sedikit saja lalai dengan kedisiplinan ini dan merasa aman, gelombang kedua bisa saja kembali menerpa. Kejadian lebih dari seabad lalu menjadi contoh nyata. Wabah flu Spanyol menerpa dunia tahun 1918. Gelombang pertama teratasi dan masyarakat merasa aman dengannya, kembali ke pola hidup normal seperti sebelum wabah. Namun apa yang terjadi kemudian, kelalaian ini membuat terbit gelombang kedua dan ketiga yang dahsyat. Sejarah mencatat flu spanyol bisa teratasi lebih dari dua tahun (Maret 1918 hingga Juni 1920), dalam tiga gelombang wabah, menginfeksi lebih dari 500 juta orang dan menewaskan lebih dari 50 juta orang. Naudzubillahi min dzalik. Semoga kita terhindar dari yang demikian.

Beberapa hal teknis yang bisa lakukan di era new normal life, di antaranya :
1. Menjauhi kerumunan sebisa mungkin
2. Selalu mengenakan masker
3. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
4. Menahan menyentuh area wajah sebelum cuci tangan dengan sabun
5. Terapkan etika batuk dan bersin
6. Perkuat imunitas tubuh dengan pola hidup sehat: gizi eimbang dan olahraga
7. Jika mendapati gejala, segera menghubungi dokter
8. Isolasi mandiri

Di samping kedelapan hal teknis di atas, hal non teknis pun sangat penting diperhatikan. Apalagi bagi seorang muslim, memperbaiki hubungan dengan Allah swt. Insya Allah menjadi solusi.
Hal teknis lainnya, dirangkum dalam tips-tips berkut.
Tips pencegahan di kendaraan umum:
1. Gunakan masker dan hand sanitizer berbasis alkohol
2. Hindari menyentuh pintu atau pegangan tangan tanpa sarung tangan
3. Jaga jarak antar penumpang minimal satu meter
4. Makan makanan aman dan bergizi serta minum air putih
5. Hindari berbagi makanan dari wadah yang sama
6. Gunakan waktu perjalanan untuk istirahat dan berdoa

Tips pencegahan di tempat kerja:
1. Hindari pertemuan sosial dan jaga jarak fisik minimal satu meter
2. Selalu gunakan masker
3. Pastikan tempat kerja memiliki ventilasi yang baik
4. Cuci tangan sesering mungkin memakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik
5. Bila perlu, gunakan hand sanitizer berbasis alcohol
6. Jaga kebersihan area kerja dan lakukan disinfeksi secara berkala
7. Bila sakit, bekerjalah dari rumah
8. Bila bersin atau batuk tutup dengantisu menutupi seluruh mulut dan hidung
9. Bungkus tisu bekas ke dalam plastic sebelum dibuang ke temapt sampah tertutup.

Tips pencegahan setelah bepergian:
1. Buka alas kaki sebelum masuk rumah
2. Semprot disinfektan pada alas kaki maupun perlengkapan yang digunakan , seperti ponsel, laptop, tas, sepatu, dll
3. Buang semua yang dipegang dan tidak dibutuhkan lagi seperti tisu, kertas, dll
4. Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik sebelum meyentuh apapun di dalam rumah.
5. Lepaskan pakaian dan masukan ke dalam tempat cuci tertutup
6. Segera mandi sebelum bersantai atau berkumpul dengan keluarga

Tips menjaga daya taha tubuh:
1. Konsumsi pangan aman dan bergizi
2. Minum air putih 8 gelas per hari
3. Olahraga rutin 30 menit setiap hari
4. Tidur cukup 7-9 jam per hari
5. Konsumsi suplemen jika perlu
6. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik

Demikian beberapa tips yang bisa dijadikan panduan protocol covid19. Kembali lagi segera berakhirnya wabah ditentukan oleh kerjasama kita melaksanakan protocol covid19. Disiplin melaksanakannya kapan pun dan di mana pun.

Referensi:
Panduan new normal life kementrian kesehatan Indonesia, 2020
https://id.wikipedia.org/wiki/Pandemi_flu_1918

Bogor, 26 Mei 2020
Erna Maryati
Penulis adalah guru matematika SMPIT Nurul Fikri Bogor

Leave a Reply