Education is an integral part of development, especially in the international sphere, as is happening today. Globalization will lead to the uniformity of one language and a cultural system.

Many students when confronted with English lessons, they will feel panicked and consider the language as something difficult to be understood. Considering the large amount of vocabulary that must be memorized and the difficulty of saying certain words, therefore many think English as a very difficult subject. If seen further, learning English is very easy if it is provided through appropriate learning methods. Learning English independently can be done by reading a lot of English magazines or interacting directly with tourists. But surely this method makes learning English require knowledge of the structure of English being; basically with effective learning, fast and fun. So, what about the English-language culture at SMP IT Nurul Fikri Boarding School Bogor?

To build English-language culture SMP IT Nurul Fikri Boarding School Bogor, many efforts have been provided. One of the programs that have been recently held out is holding an English Camp activity for students (i) eighth grade (8) in collaboration with Jampang English Village (JEV). The English Camp program is held for 10 days with learning hours divided into several sessions; Vocabulary building class, morning class, noon class, afternoon class and night class. There was some additional program as a series of English Camp such as; Industrial Visit and Educational Visit. The Industrial visit is carried out for one day by visiting several local business places closest to the school. In this activity the students had the opportunity to visit Kampung Loa, and conduct interviews related to the Green Village (KRL), Sanitation Program, Recycling Waste Management developed by local residents, they also visited a lantern reading park or Lentera Taman Baca that is open to the public. In these activities the students were required to make a Video Blog (Vlog) which divided into some groups. They also need to make reports and presentations in English.

The English Team of SMP IT Nurul Fikri Bogor in collaboration with JEV team was trying to create an exciting and different learning atmosphere for the 8th graders so that they were more enthusiastic in learning. Alhamdulillah, during 10 days of the program, the students were very enthusiastic and got a lot of benefits, besides this activity also got a good response from the teachers and the school committee.

At the end of this activity the students proved an outstanding achievement, their English skills were improved. All the tutors from JEV acknowledged that all the students have a good English skill. According to Ms.K of the JEV team “All the students are qualified to speak in English, the matter is only about their confidence, so as an educator we have to encourage them.” This is a very good start, then as a follow up from this activity is expected that all teachers and staff can help and support so that the English language habits of our children are maintained in the school environment. Let’s start from small things to become something extraordinary in the future.

******

English Camp SMP IT Nurul Fikri Bogor 2019

Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan, terlebih dalam ranah internasional, sebagaimana yang terjadi diera saat ini, globaliasasi akan berujung pada penyeragaman satu bahasa dan sebuah sistem kebudayaan.

Banyak siswa-siswi yang ketika dihadapkan pada pelajaran bahasa Inggris, mereka akan merasa panik dan menganggap bahasa tersebut bahasa yang sulit dimengerti. Mengingat banyaknya kosakata yang harus dihafal dan sulitnya mengucapkan kata-kata tertentu, maka dari itu banyak yang berpendapat bahasa Inggris sebagai pelajaran yang sangat menakutkan. Jika dilihat lebih jauh, belajar bahasa Inggris sangat mudah jika dilakukan melalui metode pembelajaran yang tepat. Belajar bahasa Inggris secara mandiri dapat dilakukan dengan banyak membaca majalah berbahasa Inggris atau berinteraksi langsung dengan para turis. Namun tentunya metode seperti ini membuat belajar bahasa Inggris memerlukan pengetahuan tentang struktur bahasa Inggris yang menjadi; dasarnya dengan pembelajaran yang efektif, cepat dan menyenangkan. Lantas, bagaimana dengan budaya berbahasa Inggris di SMP IT Nurul Fikri Bogor?

Untuk membangun budaya berbahasa Inggris di SMP IT Nurul Fikri Bogor, banyak upaya yang telah dilakukan. Salah satu upaya yang baru-baru ini telah dilaksanakan yaitu mengadakan kegiatan English Camp untuk siswa(i) kelas delapan (8) yang bekerjasama dengan Jampang English Village (JEV).  Program English Camp tersebut dilaksanakan selama 10 hari dengan jam belajar yang terbagi atas beberapa sesi; Vocabulary building class, morning class, noon class, afternoon class and night class. Adapun beberapa rangkaian kegiatan menarik lainnya selama English Camp yaitu; industrial visit and Educational Visit. Industrial visit dillaksanakan selama satu hari dengan mengunjungi beberapa tempat bisnis local terdekat dari sekolah. Pada kegiatan ini anak-anak berkesempatan untuk berkunjung ke Kampung Loa, dan melakukan interview/wawancara terkait Kampung Ramah Lingkungan (KRL), Program Sanitasi, Pengelolaan sampah daur ulang yang dikembangkan oleh warga sekitar, ada juga taman baca lentera yang terbuka untuk umum. Dalam kegiatan tersebut siswa(i) diharuskan untuk membuat video vlog, yang kemudian harus dibuatkan laporan dan presentasi dalam Bahasa Inggris.

Team Bahasa Inggris SMP IT Nurul Fikri bekerjasama dengan JEV team berusaha menciptakan suasana belajar yang seru dan berbeda untuk siswa(i) kelas 8 sehingga mereka lebih antusias dalam belajar. Alhamdulillah, selama 10 hari program ini berlangsung siswa(i) kelas 8 terlihat sangat antusias dan merasa mendapatkan banyak manfaat, selain itu kegiatan ini juga mendapat respon yang baik dari guru-guru maupun komite sekolah.

Diakhir kegiatan ini siswa(i) kelas 8 menunjukkan perkembangan yang sangat memuaskan. Semua tutor dari JEV mengakui bahwa mereka memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris yang mumpuni. Menurut Ms.K dari JEV team “All the students are qualified to speak in English, the matter is only about their confidence, so as an educator we have to encourage them.”  Hal tersebut merupakan awal yang sangat baik, maka sebagai follow up dari kegiatan ini diharapkan seluruh guru-guru dan staff dapat membantu dan mendukung agar tetap terjaga kebiasaan berbahasa Inggris anak-anak kita dilingkungan sekolah. Mari memulai dari hal yang kecil untuk menjadi sesuatu yang luar biasa kedepannya.

 

By. Usth Nurul Rezki Awaliah

Leave a Reply