Artikel

EVOLUSI GURU ABAD 21

By November 26, 2018 No Comments

Evolusi dalam ranah ilmu biologi dikenal sebagai proses perubahan pada seluruh bentuk kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Pada setiap generasi, organisme mewarisi sifat-sifat yang dimiliki oleh orang tuanya melaui sebuah gen. Perubahan struktur gen ini yang akan menghasilkan sifat baru pada keturunan suatu organisme. (Campbell, 2013). Berkaca pada konsep diatas, pendidikan pun mengalami sebuah proses evolusi, pendidikan mulai dikenalkan pada saat manusia purba mulai mengenal sebuah aksara atau konsep huruf, mengenal pendidikan berburu untuk tetap bertahan terhadap tantangan kehidupan. Dalam dunia muslim pun sebenarnya Allah SWT sudah menurunkan wahyunya kepada Muhammad SAW mengenai perintah atau ajakan untuk mulai iqra atau membaca. Membaca disini sebetulnya bukanlah hanya sekedar membaca, melainkan memahami ilmu pengetahuan yang terjadi di alam semesta. (Qs. Al-Alaq 1-5).

Pendidikan melibatkan beberapa subjek yang dibutuhkan untuk berlangsungnya sebuah proses pendidikan, diantaranya siswa sebagai sasaran pendidikan, guru sebagai pelaksana proses pendidikan dan ilmu sebagai objek yang di bahas dalam pendidikan. Mengutip sebuah ungkapan sederhana dari seorang tokoh pendidikan Indonesia- Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa Ibarat bibit dan buah. Pendidik adalah petani yang akan merawat bibit dengan cara menyiangi gulma di sekitarnya, memberinya air dan memberi pupuk agar kelak berbuah lebih baik dan lebih banyak, namun petani tidak mungkin mengubah bibit makngga menjadi berbuah anggur. Seperti itulah pendidikan, apabila kita sebagai seorang guru ingin membuat pendidikan berevolusi menyambut abad maju, kita harus mengembangkan sebuah pendidikan tanpa merubah inti dari pendidikan tersebut.  Seorang guru dapat mendidik siswa dengan cara mengembangkan bakat siswa, menggali potensi yang ada pada siswa, memperkaya kecerdasan karakter dan Bahasa namun tidak mengubah karakter dan keunikan awal dari siswa tersebut.

Peserta didik yang dapat kita kembangkan adalah peserta didik yang berkepribadian merdeka, sehat fisik, sehat mental, cerdas, menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggungjawab  atas kebahagiaan dirinya dan kesejahteraan umat.  Saat ini, kita mungkin memiliki perbedaan yang besar dari sistem pendidikan pada masa lalu. Perbedaan tersebut salah satunya terkait pada karakter peserta didik dan metode pembelajaranm yang kita hadapi. Pada masa lampau, karakter siswa yang ada mungkin lebih bersifat mandiri dengan apa yang mereka punya, tidak seperti siswa pada abad 21 ini yang dikenal dengan masa milenial. Siswa abad 21 memiliki perkembangan kehidupan atau kebiasaan dengan perkembangan sebuah teknologi. Metode yang sangat tepat untuk membekali generasi dengan gen milenial  ini yaitu dengan cara sistem among. Sistem among adalah metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan sebuah pepatah “educate the head, the heart and the hand” mendidik dengan cara asah,asih dan asuh.

Sebagai seorang guru atau pendidik, kita dapat ikut serta dalam sebuah proses evolusi pembelajaran salah satunya untuk bersama sama mengembangkan gen milenial yang pada dasarnya sudah terdapat pada diri kita dan anak didik kita. Salah satunya yaitu dengan menjadi dan bersiap menjadi seorang guru yang dapat berpartisipasi aktif untuk memupuk gen milenial tersebut pada tempat dan arah tujuan yang tepat dan sesuai. Guru abad 21 memiliki beberapa tantangan. Guru akan ditantang untuk melakukan akselerasi terhadap perkembangan informasi dan komunikasi. Apa yang harus disesuaikan untuk mendidik siswa yang bermental milenial? Salah satunya adalah pembelajaran dan pengelolaan kelas yang harus disesuaikan dengan standar kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Susanto (2010) mengatakan ada sedikitnya tujuh tantangan bagi guru di abad 21 diantaranya Teaching in multicultural society (bagaimana cara kita sebagai seorang guru dalam mendidik siswa dengan beragam budaya dengan kompetensi multi Bahasa), Teaching for the construction of meaning (mengajar untuk mengkonstruksi makna sehingga berguna bagi perkembangan siswa masa depan), Teaching for active learning (mengajar untuk pembelajaran aktif), Teaching and technology (mengajar berbasis penggunaan teknologi yang maksimal),Teaching with new view abaut abilities (mengajar dengan sudut pandang baru), Teaching and choice (mengajar untuk memilih jalan yang terbaik) dan Teaching and accountability (menhajar dan akuntabilitas).

Selain kemampuan, guru pun harus memiliki kecakapan utama untuk menyambut generasi gen milenial diantaranya seorang guru harus mampu beradaptasi, memiliki kecakapan berkomunikasi, kreatifitas dan keingintahuan intelektual yang besar, berpikir kritis, kecakapan informasi dan media, bertanggungjawab secara social dan yang tak kalah penting seorang guru memiliki keikhlasan dan kesabaran yang besar untuk selalu membekali dirinya dan siswanya untuk berkepribadian SMART (Sholeh Muslih Cerdas Mandiri dan Terampil). Apabila seorang guru tak pernah bosan membangun dan memperkaya gen milenial dalam diri dan siswanya maka dapat meraih kesuksesan yang hakiki. Sesuai dengan janji Allah dalam Qs. Ar-Ra’d yang berbunyi “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Semoga selalu ada dalam diri kita- seorang guru, mental baja dan keinginan yang kuat untuk memperbaiki diri dan keinginan dan tekad yang bulat untuk ikut terus berevolusi demi menciptakan anak didik yang cerdas dan mampu mengikuti perkembangan zaman tekhnologi maju namun tetap memiliki karakter dan pribadi yang berakhlak baik sehingga menjadi khalifatullah fiel ard yang bermakna. Wallahualam Hissawab.

-Annisa Hafitasari-

Leave a Reply