Setiap peringatan ulang tahun Republik Indonesia, selalu bermunculan pernyataan-pernyataan yang mengungkapkan bahwa Indonesia belum merdeka, kemerdekaan kita semu, dan sebagainya. Abaikan saja pernyataan itu sebab makna kemerdekaan berbeda bagi setiap orang. Terutama bagi santri NFBS Bogor. Bagi santri NFBS Bogor, kemerdekaan adalah kebebasan mengungkapkan ide-ide kreatif, kebebasan untuk berorganisasi, dan kebebasan berekspresi dengan positif.

Setelah melaksanakan upacara bendera, para santri diarahkan untuk mengikuti kegiatan mancakrida (outbond). Kegiatan yang masih berlokasi di Grand Hotel Lembah Nyiur ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bekerjasama, menumbuhkan sikap kepemimpinan dan keberanian dalam mengambil keputusan,  meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta meningkatkan sportifitas.

Meskipun di bawah terik matahari, seluruh santri antusias mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan. Santri-santri bersemangat berpartisipasi seperti dalam permainan bom air dan mumi tisu. Mancakrida yang dipandu oleh De’ring Outbond Management berlangsung tertib dan menyenangkan.

Splash dan Martabag

Setelah peringatan ulang tahun Republik Indonesia, masyarakat Indonesia menunggu pembukaan Asian Games ke-18. Namun berbeda dengan santri NFBS Bogor, mereka justru tidak sabar menunggu gelaran Splash dan Martabag. Splash (khusus tholibah) adalah singkatan dari Semarak Peringatan Tujuhbelas Agustus ’45. Kemudian, Martabag (khusus tholib) adalah Malam Keakraban dan Peringatan 17 Agustus. Kedua kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 18 Agustus 2018.

Pada kegiatan inilah saatnya para santri menunjukkan kemerdekaan mereka. Melalui Splash dan Martabag mereka belajar memimpin, bekerja sama, serta berkreatifitas karena keseluruhan acara disusun, dipersiapkan, serta dilaksanakan oleh santri dan diawasi oleh guru pembina OSIS. Splash yang diketuai oleh Fahira Qaulifa (XI IPA 2) mengadakan perlombaan balap karung, tarik tambang, karet estafet, makan kerupuk, advertisement, serta business plan. Sementara itu pada Martabag terdapat perlombaan estafet, futsal sarung antara guru dengan santri, spelling bee, debat, dan tarik tambang.

Melalui kegiatan inilah kemerdekaan para santri terbukti. Mereka dapat melawan dan melepaskan diri dari penjajahan “keterbatasan”. Dengan keterbatasan sarana prasarana, santri NFBS Bogor tetap dapat melangsungkan acara yang berkesan dan insyaallah terkenang di hati mereka. (Rahmi Septiari)

 

Leave a Reply