fbpx

Ada yang berbeda di aula tholib pada Sabtu, 4 Agustus 2018. Gemercik minyak goreng dan dentang penggorengan menjadi irama tersendiri. Lalu aroma kuah kacang dan batagor pun menguar memenuhi aula. Ada apa di aula? Ada pedagang batagorkah? Benar, ada pedagang batagor di aula. Namun, mereka bukan sembarang pedagang. Pedagang-pedagang itu adalah para tholibah kelas 8 dan 11. Mereka menjual batagor yang hot from the frying pan itu dengan harga Rp5000/2 pcs. Kegiatan masak-memasak sekaligus jual beli ini merupakan bagian dari promosi ekstrakurikuler cooking. Jadi, mereka sedang mendemonstrasikan keterampilan memasak yang telah dipelajari dari pembina mereka, Ustazah Rita Rosmiati. Mereka tidak segan membawa kompor, kuali, minyak goreng serta perlengkapan memasak lainnya. Itu adalah salah satu bentuk kreativitas santri dalam mempromosikan ekstrakurikuler yang ada di NFBS Bogor.

Aula yang biasanya difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah dan belajar berubah menjadi tempat pameran. Aula diisi oleh beragam stan ekstrakurikuler. Selain cooking, ekstrakurikuler di NFBS Bogor terdiri dari ekstrakurikuler olahraga, seni, sains, robotik, dan pramuka. Ekstrakurikuler olahraga terdiri dari renang, panahan, jujitsu, basket, futsal. Ekstrakurikuler seni berupa desain komunikasi visual yang mempelajari seni rupa, fotografi, dan videografi. Ekstrakurikuler fisika, biologi, kimia, dan matematika merupakan cabang dari science club.

 Ekskul-ekskul tersebut adalah ekskul berprestasi yang telah mengharumkan nama NFBS Bogor di tingkat nasional maupun internasional. Berikut beberapa prestasi ekstrakurikuler NFBS Bogor.

  1. Silver Medal Category of Creative Robot – International Robotic Competition 2017.
  2. Excellent Medals Internet of Things Category – International Robotic Competition 2017.
  3. 3rd Position Karate Championship – Festival Karate Depok.
  4. Gold Medals Category of sumo robot – Indonesia Robot Sport Club Jungle Land 2017.
  5. Bronze medals Category of Brick Speed robot – Indonesia Robot Sport Club Jungle Land 2017.
  6. Silver Medal Category of Creative Robot – Asian Youth Robotic Singapore 2017.
  7. Gold Medals Category of Creative Robot – Indonesia Youth Robotic Competition 2018.
  8. Excellent Award Category of Creative Robot – Indonesia Youth Robotic Competition 2018.

Di stan masing-masing, santri kelas 8 dan 11 menjelaskan kepada setiap santri baru yang datang tentang keunggulan dan seluk-beluk ekstrakurikuler yang mereka ikuti. Mulai dari visi, misi, bentuk kegiatan, tempat dan waktu pelaksanaan, manfaat bergabung, serta prestasi-prestasi ekstrakurikuler tersebut. Santri baru pun antusias mengunjungi setiap stan. Mereka tidak hanya mengunjungi satu stan saja sehingga mereka dapat mempertimbangkan ekstrakurikuler mana yang akan mereka pilih. Dan kunjungan ke setiap stan membuat mereka lebih yakin dengan pilihan mereka. Namun sebelum stan dibuka, setiap ekskul melakukan presentasi sekaligus demonstrasi terlebih dahulu. Seperti ekstrakurikuler basket yang mengajak santri baru ke lapangan untuk menyaksikan permainan pebasket andalan mereka. Tak ketinggalan, ekstrakurikuler robotik pun turut mendemonstrasikan robot-robot rancangan mereka.

Raudha Rizkiafillah, santri kelas XI IPA 2, mengutarakan bahwa bergabung dengan ekstrakurikuler desain komunikasi visual, tidak hanya membuatnya lebih terampil dalam menggambar,  tetapi juga melatih kesabaran dalam menghadapi proses. Proses yang dimaksudnya adalah proses berkarya. Oleh karena itu, Raudha menyarankan santri baru untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dengan mengikuti ekstrakurikuler kita dapat mengembangkan minat dan bakat, serta dapat memanfaatkan waktu luang menjadi waktu produktif.

Berdasarkan data yang dihimpun dari kesiswaan SMA, Ustad Sugeng Saidi Salim, peminat ekstrakurikuler terbanyak di tholib adalah panahan, pramuka, robotik, dan basket. Sementara itu ekstrakurikuler yang menjadi favorit tholibah adalah cooking, renang, biologi, panahan & robotik. Ada hal menarik dari data tersebut. Ternyata ada tujuh orang tholib yang memilih ekstrakurikuler cooking. Mereka adalah Ihsan Abdurrahman (XA), Muhammad Aufandi Rizqullah (XA), Abdurrahman Ammar Abqary (VIIA), Anas Abdul Malik (VIIA), M Azfa Al Aksan Munandar (VIIB), Muhammad Armand Adian Afzalurrahman (VIIB), dan Naufal Fauzta Hadrian (VIIB).

Meskipun masak-memasak identik dengan perempuan, mereka tak ragu memilih ekstrakurikuler cooking. “Seru aja masak-masak. Bareng teman-temen juga,” tutur Ihsan. Berbeda dengan Naufal Fauzta Hadrian. Ia bercerita, pada awalnya ia ingin mengikuti ekstrakurikuler panahan. Namun, kuota telah penuh sehingga ia memutuskan untuk bergabung dengan ekstrakurikuler cooking. Meskipun begitu Naufal tidak menyesali pilihannya. Menurutnya kalau nanti ia melanjutkan pendidikan ke luar negeri, ia bisa memasak sendiri. (Rahmi Septiari).

Leave a Reply