Berawal di Masjid Arif Rahman Hakim (ARH) Salemba yang merupakan pusat pertemuan aktivis kampus Universitas Indonesia Jakarta. Sekitar tahun 1980-an mahasiswa yang aktif di masjid ini memikirkan nasib masa depan bangsa dalam bidang pendidikan, yang masih jauh dari jangkauan akademis. Beberapa mahasiswa fakultas MIPA, Psikologi, dan fakultas lainnya bergabung untuk membantu mencerdaskan bangsa melalui pembinaan kepada adik kelas mereka yang masih duduk di SMA. Tahun 1981 – 1984 mereka melakukan pembinaan dalam bentuk menelaah dan melakukan pendalaman mata pelajaran dan Bimbingan Penyuluhan dari masjid ke masjid kepada para siswa kelas 3 di berbagai jurusan. Alhamdulillah, Sembilan puluh persen peserta yang sebagian besar pengurus Rohis di sekolah masing-masing diterima di perguruan tinggi negeri. Tahun 1985 mereka meresmikan berdirinya Bimbingan Belajar Nurul Fikri (Bimbel NF) di bawah naungan Yayasan Nurul Fikri.

      Tahun 1992 para pendiri Yayasan Nurul Fikri ingin melanjutkan kiprah mereka dalam pendidikan formal berupa upaya pendirian sekolah alternatif yang mengimplementasikan nilai-nilai Islam. Dibentuklah Kelompok Kerja (pokja) untuk pendirian Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri. Sekitar setahun pokja melaksanakan tugasnya, akhirnya pada pertengahan Juli 1993 diresmikanlah SDIT Nurul Fikri yang berdomisili di Jalan Situ Indah No. 116, Tugu, Cimanggis, Depok. Bersamaan dengan pendirian SDIT Nurul Fikri, Yayasan mendirikan Taman Al-Qur’an Nurul Fikri. Inilah awal berdirinya SDIT Nurul Fikri dengan membuka pendaftaran dari kelas 1 sampai dengan kelas IV. Kiprah Yayasan berlanjutkan pada Juli 1996 dengan membuka SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri. Pembukaan SLTPIT Nurul Fikri ini merupakan bentuk integrasi kelanjutan studi pada jenjang yang lebih tinggi.

      Juli 1999 berdirilah SMU Islam Terpadu Nurul Fikri. Bersamaan dengan SMUIT Nurul Fikri ini, dibuka pula SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri Boarding School di Serang Banten (Anyer). Januari 2001 dilakukan perubahan akta Yayasan Nurul Fikri. Yayasan Nurul Fikri menjadi Yayasan yang mengelola pendidikan formal di Kelapa Dua, Cimanggis, Depok yakni unit TQ, SDIT, SLTPIT, SMUIT dan unit pendukungnya. Sementara untuk mengelola SLTPIT Nurul Fikri Boarding School dibentuklah Yayasan Pesantren Nurul Fikri. Pada Maret 2002 kembali dilakukan perubahan akte Yayasan Nurul Fikri (kaitan dengan adanya perubahan pengurus yayasan), Yayasan pun berubah nama menjadi Yayasan Pendidikan Nurul Fikri. Setelah perkembangan empat level sekolah tadi.

      Nurul Fikri Boarding School Bogor berdiri ditanah seluas 10 hektar dengan unit SMP dan SMA. Dengan dikelilingi kawasan bogor yang asri Nurul Fikri Boarding School Bogor mengedepankan kenyamanan dalam pembelajaran siswa dan siswinya. Dengan karakteristik santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri menjadikan Nurul Fikri Boarding School sebagai tempat bertemunya beragam budaya dan menghasilkan santri yang berwawasan luas.
Lulusan SMA Islam Nurul Fikri Boarding School tersebar di berbagai Universitas favorit, baik dalam negeri, seperti : UI, ITB, UGM, IPB dan lainnya, serta Universitas di berbagai negara, seperti : Malaysia, Singapura, Jerman dan lainnya.
Tenaga pengajar Nurul Fikri Boarding School merupakan lulusan dari Universitas-universitas terbaik nasional yang diseleksi secara ketat untuk menjamin mutu pendidikan di NFBS. Kompetensi Guru NFBS sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. Manajemen pengawasan asrama di Nurul Fikri Boarding School di bawah tanggung-jawab Wali Asrama yang berpengalaman dan dibekali pelatihan secara rutin mengenai pengetahuan keasramaan.

Leave a Reply